Kamis, 03 Januari 2013

Indahnya Malam Pertama

…”INDAHNYA MALAM PERTAMA”…

Satu hal sebagai bahan renungan kita untuk merenungkan indahnya “Malam Pertama”..
tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata,
bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam & Hawa.

Justru, malam pertama pernikahan kita dengan SANG MAUT.

Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak-saudara.
Hari itu, mempelai sangat dimanjakan.

Mandipun, harus dimandikan.

Seluruh badan kita terbuka.

Tidak ada sehelai benang pun menutupinya.

Tidak ada sedikitpun rasa malu..

Seluruh badan digosok & dibersihkan.

Kotoran dari lubang hidung & anus dikeluarkan.

Bahkan, lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih.

Itulah sosok kita. Itulah jasad kita waktu itu..

Setelah dimandikan, kita pun akan dipakaikan gaun cantik berwarna putih.

Kain itu jarang orang memakainya karena sangat terkenal iaitu bernama KAFAN…


Wewangian ditaburkan kebaju kita.

Bagian kepala, badan & kaki diikat.

Tataplah.. tataplah…itulah wajah kita.

Keranda pelaminan, langsung disiapkan.

Pengantin bersanding sendirian.

Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga menuju istana keabadian sebagai simbol asal-usul…

Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga,serta rasa haru para handai taulan.

Gamelan syahdu bersyairkan AZAN dan KALIMAH ZIKIR.

Akad nikahnya bacaan TALKIN.

Berwalikan LIANG LAHAD.

Saksi-saksinya NISAN-NISAN yang telah tiba dahulu.

Siraman air mawar, pengantar akhir kerinduan…..

Akhirnya, tiba masa pengantin, menunggu & ditinggalkan sendirian…

untuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan.

Malam pertama yang indah atau meresahkan.

Ditemani rayap-rayap & cacing tanah

Di kamar bertilamkan tanah & ketika 7 langkah terakhir telah pergi,…

SANG MALAIKAT pun datang lalu bertanya..

Kita tidak tahu apakah akan memperoleh NIKMAT KUBUR

ataukah kita akan memperoleh SIKSA KUBUR.

Kita tidak tahu & tidak seorang pun yang tahu….

Ini khusus buat sahabat-sahabat tersayang yang dapat merasakan & menyedari bahawa kita ini sedang menanti untuk merasakan malam pertama kita. Anehnya terkadang kita tidak pernah galau atau ketakutan akan malam itu. Bahkan tidak pernah menangis & berpasrah atas nama ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Betapa sombongnya kita. Semoga ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala memberkati kita semua.. Aamiin..

Tiap hari inilah yang kita lalui. Susah dan senang, dunia semua yang mengasyikkan, telah menarik perhatian kita. Sedangkan dunia masa depan yg kemudian, lupa kita isi dengan hal-hal yg dapat menyinari jiwa yang nantinya akan kita bawa kepada-Nya.

Mengapa susah menerima kebenaran? Apakah karena kosongnya jiwa yang tidak dapat terisi oleh kebenaran & cahaya kalam Ilahi..?

Marilah membuat keseimbangan dalam kehidupan kita sebelum
kita menuju ke “MALAM PERTAMA” kita…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan di icip dan dikoment dengan bahasa yang sopan tapi nyentrik

Advertisement

About

Labels